Karya Tulis Ilmiah Pengaruh Kecerdasan Emosional (Emotional Question) Terhadap Hasil Belajar Siswa

 

KARYA TULIS ILMIAH

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL (EMOTIONAL QUESTION) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Disusun oleh :

Nama  :  BAEKANDI

NIM  :  1001037166

 

 

 

 

 

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA

PJJ – UHAMKA

2011


KATA PENGANTAR

 

 

 

Syukur alhamdulillah Penyusun panjatkan kepada Allah SWT atas berkah rahmat dan hidayah-Nya, akhirnya penulis dapat menyelesaikan tugas Karya Tulis Ilmiah ini.

Tugas Karya Tulis Ilmiah ini disusun dalam rangka perolehan evaluasi akademik pada Mata Kuliah di lingkungan PJJ UHAMKA Bogor.

Penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini tidak terlepas dari curahan perhatian, bantuan dan dorongan dari berbagai pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam merampungkan kesempurnaan penyelesaian Karya Tulis Ilmiah ini. Oleh karena itu, penyusun menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berperan. Atas segala bantuan dan partisipasinya, semoga Allah SWT berkenan membalasnya dengan balasan kebaikan yang berlipat-lipat. Amiin…

Penyusun juga menyadari dengan sepenuhya bahwa penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini masih jauh dari sempurna baik dari segi substansi maupun sistematikanya. Oleh karena itu, kritik dan saran yang konstruktif sungguh sangat penyusun nantikan demi evaluasi di masa mendatang.

Akhirnya penyusun berharap, semoga Karya Tulis Ilmiah ini dapat diterima dengan baik dan memberikan manfaat serta dapat dipertanggung jawabkan sebagai salah satu referensi pendidikan di khususnya lingkungan UPJJ UHAMKA Bogor.

 

 

 

Bogor,   Juni 2011

Hormat kami,

 

Penyusun

i

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………………………. i

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………………………. ii

 

BAB I    PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah………………………………………………………………………. 1
  2. Identifikasi Masalah……………………………………………………………………………. 5
  3. Pembatasan Masalah…………………………………………………………………………. 5
  4. Perumusan Masalah…………………………………………………………………………… 5
  5. Tujuan Penelitian………………………………………………………………………………. 5

 

BAB II KERANGKA TEORITIS

  1. Tinjauan Teori…………………………………………………………………………………… 6
  2. Kerangka Berfikir……………………………………………………………………………… 11

 

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

  1. Tujuan Penelitian…………………………………………………………………………….. 12
  2. Tempat dan Waktu Penelitian……………………………………………………………. 12
  3. Variabel Penelitian……………………………………………………………………………. 12
  4. Metode Penelitian……………………………………………………………………………. 12
  5. Sampel………………………………………………………………………………………….. 12
  6. Instrumen Penelitian………………………………………………………………………… 12

 

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

  1. Deskripsi Data Hasil Penelitian……………………………………………………………. 14
  2. Pengujian Penelitian dan Analisa Data…………………………………………………. 16
  3. Pembahasan Hasil Penelitian……………………………………………………………… 17
  4. Keterbatasan Penelitian…………………………………………………………………….. 18

 

BAB V   KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan…………………………………………………………………………………….. 19

B.    Saran…………………………………………………………………………………………….. 19

 

DAFTAR PUSTAKA

ii

ii

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.    Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan salah satu cara untuk menciptakan manusia menjadi dewasa. Dengan kedewasaan ini akan menjadikan manusia sebagai contoh dan suri tauladan dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Dalam pendidikan berlangsung suatu proses pembelajaran. Dalam suatu proses belajar mengajar dikatakan berhasil, apabila siswa memahami dan mengerti apa materi yang disampaikan oleh guru mendapat hasil yang baik. Hasil belajar merupakan tolok ukur kesuksesan peserta didik; dalam mendapatkan keberhasilan yang baik diperlukan faktor internal dan eksternal dari tiap peserta didik. Faktor internal untuk menunjang keberhasilan yaitu kecerdasan, kondisi fisik, bakat, minat dan motivasi belajar siswa, sedangkan faktor eksternal yaitu lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, sarana dan prasarana sekolah.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan ilmu pengetahuan bisa dimiliki oleh seseorang apabila orang tersebut mempunyai kecerdasan, kondisi fisik, minat, bakat dan motivasi, serta ditunjang faktor lingkungan.

Kecerdasan Gardner yang diterjemahkan oleh Agus Nggermanto bahwa manusia memiliki kecerdasan multi yang dinamakan dengan istilah multiple intelegence sebagai berikut :

  1. Kecerdasan logis-matematis (IQ)
  2. Kecerdasan linguistik-verbal (IQ)
  3. Kecerdasan visual spatial
  4. Kecerdasan emosional (Intra Personal dan Inter Personal) (EQ)
  5. Kecerdasan naturalis
  6. Kecerdasan intuisi
  7. Kecerdasan moral
  8. Kecerdasan eksistensial
  9. Kecerdasan spiritual
  10. Kecerdasan musical
  11. Kecerdasan kinestetik

Sementara menurut Daniel Goleman mengungkapkan bahwa IQ menentukan sukses seseorang sebesar 20%, sedangkan kecerdasan emosi memberikan kontribusi sebesar 80%.

Setiap manusia memiliki tingkat emosi yang berbeda-beda, contohnya anak SD memiliki ketidak stabilan emosinya, jika anak tersebut sudah mampu mengolah emosinya dengan baik, maka akan mendapatkan kesuksesan dalam mencapai hasil belajar.

Sejalan dengan uraian di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kecerdasan seseorang bisa mencapai hasil yang baik, apabila sudah mampu mengelola emosinya dengan baik sejalan dengan kontribusi emosional kecerdasan sangat tinggi.

Dengan demikian tidak dapat disangkal lagi kecerdasan emosional merupakan perkembangan yang perlu dipupuk dan disalurkan demi menunjang keberhasilan belajar bagi siswa-siswi peserta didik dimasa sekarang dan masa mendatang.

Keadaan tiap anak, baik yang ada dilingkungan keluarga yang mampu, sedang atau yang kurang mampu, kecerdasan itu berbeda-beda tidak terpaku dan terikat dari keadaan sosial dan lingkungan tetapi dari faktor internal dan eksternal anak yang bersangkutan, tetapi hasil belajar bisa dari tingkat kecerdasan emosional.

Namun kenyataan itu masih banyak dijumpai kendala-kendala yang ditimbulkan dari hasil belajar siswa yang tidak seimbang dari keadaan kecerdasan, minat, bakat, motivasi dan keadaan lingkungan sosial, keluarga dan masyarakat yang dihadapi. Akibat dari kurangnya pemupukan dan ketidak tahuan kontribusi kecerdasan emosional menghasilkan perkembangan hasil belajar yang baik. Berdasarkan hasil observasi dan pengamatan secara umum penulis dapatkan bahwa hasil belajar siswa ditimbulkan dari faktor pengaruh internal siswa dan eksternal siswa, yaitu sebagai berikut :

  1. Faktor pengaruh internal siswa adalah minat, bakat, motivasi belajar dan kecerdasan emosi siswa; juga tidak kalah pentingnya adalah kondisi fisik siswa yang bersangkutan.
  2. Faktor eksternal adalah keadaan sosial ekonomi orang tua, lingkungan, keluarga, sarana dan prasarana sekolah.

Mengacu pada uraian di atas, maka timbul ketertarikan dari penulis untuk melakukan penelitian lebih lanjut dan hasil penelitian itu dikemukakan dalam bentuk karya tulis yang berjudul “Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Hasil Belajar Siswa”.

 

  1. B.    Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, maka identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah :

  1. Faktor-faktor apa saja yang memberikan kontribusi terhadap hasil belajar siswa di SDN Bagoang 02 Kec. Jasinga Kab. Bogor.
  2. Apakah ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar siswa di SDN Bagoang 02 Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor?
  3. Usaha-usaha apa saja supaya hasil belajar siswa SDN Bagoang 02 Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor meningkat?

 

  1. C.    Pembatasan Masalah

Mengingat luasnya pemasalahan yang akan diteliti dan keterbatasan kemampuan yang penulis miliki juga untuk mempermudah kajian teoritisnya, maka penulis batasi pada hal-hal sebagai berikut :

  1. Kecerdasan emosional di SDN Bagoang 02 Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor?
  2. Hasil belajar siswa di SDN Bagoang 02 Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor?

 

  1. D.   Perumusan Masalah

Agar penelitian ini mempunyai arah yang jelas dan mudah diukur hasilnya, dan berdasarkan identifikasi masalah, maka masalah dalam penelitian inidapat dirumuskan menjadi: “Apakah ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar siswa di SDN Bagoang 02 Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor”.

 

  1. E.    Tujuan Penelitian

Tujuan yang hendak dicapai adalah sebagai berikut :

  1. Sebagai salah sau syarat untuk memperoleh nilai akademik pada penyusunan tugas mata kuliah di PJJ UHAMKA.
  2. Sebagai sebagai tinjauan edukatif pada tema pembahasan khususnya di SDN Bagoang 02.
  3. Sebagai sarana praktis tentang penelitian karya ilmiah.

 


BAB II

KERANGKA TEORITIS

  1. A.    Tinjauan Teori
    1. 1.    Kecerdasan Emosional (Emotional Question)

Secara sederhana diungkapkan bahwa IQ merupakan suksesnya seseorang hanya sebesar 20%, sedangkan kecerdasan emosi memberikan kontribusi sebesar 80%. Kecerdasan emosi dapat dikembangkan lebih baik, lebih matang dan lebih prospek apabila sudah dapat mengendalikannya, sebab kecerdasan emosi dapat diterapkan secara luas untuk bekerja, belajar, mengajar, mengasuh anak, persahabatan dan berumah tangga.

Menurut Daniel Goleman yang diterjemahkan oleh Agus Nggermanto, yaitu:

“Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk menggali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi sendiri dan kemampuan mengolah emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain.”

Kecerdasan emosi mencakup kemampuan yang berbeda tetapi saling melengkapi dengan kecerdasan akademik. Banyak orang cerdas dalam arti terpelajar, tetapi tidak mempunyai kecerdasan emosi, ternyata kemampuannya rendah tidak bisa membantu dalam keterampilan kecerdasan emosi.

Kecerdasan emosi menuntut untuk belajar mengakui dan menghargai perasaan pada diri sendiri dan orang lain untuk menanggapi dengan tepat, menerapkan dengan efektif. Menurut Cooper dan Ayman Sawaf, yaitu :

“Kecerdasan emosional adalah kemampuan merasakan, memahami dan secara efektif menerapkan daya kepekaan emosi sebagai sumber energi informasi, koneksi dan pengaruh yang manusiawi.”

Kecerdasan emosional bukanlah muncul dari pemikiran yang jernih tetapi dari pekerjaan hati manusia. Orang yang mampu mengatasi komplik, kesenjangan yang perlu dijembatani atau diisi, merupakan hubungan tersembunyi yang menjanjikan peluang dan menempuh interaksi gelap. Misterius yang menurut pertimbangan paling biasa membuahkan emas secara lebih siap, lebih cekatan dan lebih cepat dibandingkan orang lain adalah orang yang memiliki EQ tinggi.

Menurut Hower dan Herald yang diterjemahkan oleh Zainudin Mu’tadin, kecerdasan emosional adalah:

“Komponen yang membuat seseorang menjadi pintar menggunakan emosi. Lebih lanjut dikatakannya bahwa emosi manusia berada diwilayah dari perasaan lubuk hati, nurani, naluri yang tersembunyi dan sensasi emosi yang apabila diakui dan dihormati kecerdasan emosi menyediakan pemahaman yang lebih mendalam dan lebih utuh tentang diri sendiri dan orang lain.”

Bertitik tolak dari acuan di atas maka emosi manusia adalah wilayah dari perasaan lubuk hati, naluri tersembunyi dan sensasi emosi. Apabila dipercaya dan dihormati, kecerdasan emosional menyediakan pemahaman yang lebih mendalam dan lebih utuh tentang diri sendiri dan orang lain disekitar kita. Kecerdasan emosional bukan merupakan lawan dari kecerdasan intelektual yang biasa dikenal dengan IQ, nama keduanya tergabung secara dinamis. Pada kenyataannya perlu diakui bahwa kecerdasan emosional memiliki peran yang sangat penting untuk mencapai kecerdasan di sekolah, di tempat kerja dan dalam berkomunikasi di lingkungan masyarakat.

Kecerdasan emosional bukan hanya memunculkan pemikiran intelek yang jernih tetapi juga pekerjaan hati manusia lebih berpokus pada kemampuan menggunakan emosi secara efektif dalam mencapai tujuan.

Menurut Djadja Suparman kecerdasan emosional adalah :

“Mengendalikan dorongan hati dan tidak melebih-lebihkan, mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stres tidak merendahkan kemampuan berpikir, bersimpati dan berdo’a.”

Berdasarkan paparan di atas, maka kecerdasan emosional merupakan keperluan landasan kecerdasan, yang pada hakekatnya kecerdasan emosional adalah kemampuan mengolah dan menggunakan emosi dengan baik.

 

  1. 2.    Hasil Belajar Siswa

Belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku dimana dalam proses tingkah laku dimana dalam proses kegiatan belajar mengajar akan menimbulkan suatu perubahan yang disebut dengan hasil belajar. Pada dasarnya dalam proses belajar mengajar siswa mengharapkan mendapat prestasi baik  sebagai suatu penghargaan dari apa yang telah ia kerjakan selama menempuh proses kegiatan belajar mengajar, untuk dapat mengetahui apakah prestasinya baik, siswa dapat melihatnya pada hasil belajar. Menurut Waluyo hasil belajar adalah :

“Hasil prestasi yang dicapai siswa setelah melakukan proses belajar mengajar.”

Setelah mengikuti proses kegiatan belajar mengajar siswa dapat merealisasikannya dalam bentuk suatu tindakan yang mencerminkan terciptanya suatu tujuan. Adapun hasil belajar menurut Sudianto adalah:

“Tingkat penguasaan yang dicapai oleh siswa dalam mengikuti proses KBM sesuai dengan tujuan pendidikan yang ditetapkan.”

Setelah melalui proses belajar seorang siswa akan mengalami suatu perubahan. Perubahan yang terjadi sebagai hasil dari belajar nantinya akan mempengaruhi pola belajar siswa dalam berbuat dan bertindak. Dari belajar akan menghasilkan adanya suatu kemajuan. Perubahan ini merupakan hasil dari pengalaman belajar. Sebagaimana dikemukakan Nana Sudjana tentang hasil belajar adalah:

“Kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajar.”

Segala perubahan dari seseorang baik perubahan yang menyangkut segi intelektual, maupun sikap merupakan indikator, bahwa dalam diri seseorang telah mengalami proses belajar. Proses itu tidak terjadi dengan sendirinya melainkan memerlukan rangsangan-rangsangan dari luar yang dapat membangkitkan proses tersebut.

Sebagaimana pendapat Robert. M Gague yang dikutif oleh Nasution, mengemukakan bahwa:

“Ada dua macam variabel yang mempengaruhi hal belajar, yakni yang ada pada diri pelajar (variabel internal) dan yang ada di luar diri (variabel eksternal).”

Dengan demikian proses belajar berlangsung dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang sekaligus ikut menentukan berhasil atau tidak dan optimal atau tidak dalam pencapaian belajar itu sendiri. Namun secara garis besar dapat digolongkan kedalam dua bentuk faktor internal dan eksternal.

  1. Faktor internal adalah faktor-faktor yang ada dalam diri manusia itu sendiri, seperti faktor kematangan/pertumbuhan, kecerdasan/intelegasi, motivasi dan faktor pribadi.
    1. Faktor kematangan/pertumbuhan:

Berdasarkan kematangan/pertumbuhan fisik, seorang anak yang berusia lima bulan umpamanya, belum saatnya untuk dapat berjalan, namun dipaksa untuk belajar berjalan, maka tetap saja ia tidak akan sanggup melakukannya. Demikian pula tidak akan mungkin berhasil mengajarkan ilmu filsafat kepada anak-anak yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar (SD). Ketidak berhasilan tersebut, dikarenakan pertumbuhan atau kematangan fisik dan perkembangannya belum memungkinkan untuk menerima pelajaran tersebut.

Oleh karena itu dalam mengajarkan sesuatu hal harus disesuaikan dengan tahap pertumbuhan/kematangan fisik dan psikologis seorang anak.

  1. Faktor intelegensi/kecerdasan:

Faktor intelegensi merupakan faktor yang sangat besar pengaruhnya terhadap proses dan keberhasilan belajar anak. Apabila pembawaan intelegasi anak itu memang rendah, maka anak tersebut akan mengalami kesukaran dalam melakukan proses dan pencapaian hasil belajar yang baik.

  1. Faktor motivasi:

Motivasi merupakan dorongan sementara yang terjadi di dalam diri seseorang yang memungkinkan ia melakukan sesuatu. Motivasi merupakan pemicu untuk melakukan aktivitas selanjutnya. Oleh karena itu dalam menyajikan bahan pelajaran harus mampu manarik dan mendorong motivasi siswa untuk belajar dengan baik. Sebaliknya, bahan pelajaran yang disajikan dengan kurang menarik dan tidak memberikan motivasi kepada siswa, maka ia akan cepat menjadi bosan belajar.

  1. Faktor pribadi (pembawaan/bakat):

Faktor ini turut pula dalam mempengaruhi proses dan keberhasilan belajar. Pembawaan atau bakat merupakan suatu potensi yang dibawa sejak lahir, karena itu setiap manusia/anak memiliki pembawaan/bakatnya masing-masing. Sifat-sifat dasar sebagai pembawaan tersebut akan ikut serta dalam memberikan pengaruh terhadap proses belajar dan hasilnya; seperti anak yang berwatak tekun, ulet, dan rajin, tentunya akan berbeda proses belajarnya dengan anak yang pemalas dan mudah menyerah.

  1. Faktor eksternal adalah faktor-faktor yang ada diluar diri anak, dan hal ini cukup banyak macamnya.
    1. Faktor yang datang dari sekolah:

Faktor ini meliputi interaksi guru dengan murid, cara guru menyajikan pelajaran, hubungan antar murid, standar pelajaran di atas ukuran, media pendidikan, kurikulum, keadaan gedung, waktu sekolah, pelaksanaan disiplin, metode belajar, dan tugas/pekerjaan rumah.

  1. Faktor yang datang dari masyarakat

Faktor ini meliputi massmedia, teman bergaul, kegiatan-kegiatan lain di luar sekolah, dan cara hidup di lingkungan.

  1. Faktor yang datang dari keluarga:

Faktor ini meliputi cara mendidik dari orang tua, suasana keluarga, pengertian dan dorongan orang tua, keadaan sosial ekonomi keluarga, dan latar belakang kebudayaan/kebiasaan keluarga.

 

Adapun pengertian hasil belajar menurut Soedijanto yakni, “Hasil belajar ialah tingkat penugasan yang dicapai oleh pelajar dalam mengikuti proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Berkenaan dengan hasil belajar ini Raka Joni mengatakan, “Hasil belajar dapat digunakan untuk menarik kesimpulan tentang prestasi akademik, sikap, minat, dan penyesuaian sosial.” Dari pernyataan itu dapat ditarik kesimpulan bahwa kemajuan dan kemunduran hasil belajar siswa dapat ditentukan oleh beberapa faktor, baik yang terdapat dalam diri siswa itu sendiri, maupun yang terdapat di luar diri siswa. Jika semua faktor yang ada dapat mendukung proses belajar, misalnya: sikap, minat, kemampuan ekonomi, sarana belajar yang memadai, siswa akan dapat prestasi atau nilai yang tinggi, demikian juga sebaliknya.

Mempelajari keterangan tersebut, maka jelas sekali bahwa dalam proses belajar memerlukan cara yang berbeda dalam rangka pencapaian tujuan tetapi unsur-unsur tersebut saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya.

Berdasarkan kajian beberapa teori yang dikemukakan di atas. Jadi yang dimaksud belajar dalam penelitian ini adalah tingkat penguasaan yang dicapai oleh siswa dalam mengikuti pembelajaran sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai baik itu mengenai prestasi akademik, sikap, minat dan penyesuaian sosial.

 

  1. B.    Kerangka Berfikir

Hasil belajar yang dimaksud adalah suatu prestasi yang hendak diraih oleh setiap siswa di sekolah. Untuk meraih prestasi tersebut tidaklah mudah, manusia membutuhkan kecerdasan. Sebenarnya dalam diri manusia telah memiliki kecerdasan multi antara lain kecerdasan logis-matematis, kecerdasan linguistis-verbal, kecerdasan-visual-spatial, kecerdasan emosional (intra personal dan interpersonal), kecerdasan naturalis , intusisi, kecerdasan moral, kecerdasan eksistensi, kecerdasan spiritual, kecerdasan musical, dan kecerdasan kinestetik.

Akan tetapi pada kenyataannya kecerdasan tersebut oleh manusia jarang dipahami karena ketidak tahuan dan akibatnya manusia sukar untuk mencapai kesuksesan, jika seseorang ingin sukses dalam meraih hasil belajar yang maksimal maka ia harus memiliki IQ dan EQ yang baik. Dengan memiliki kecerdasan emosional yang baik maka seseorang akan mampu mengelola emosi menjadi kekuatan untuk mencapai prestasi terbaik dan juga mampu memotivasi diri sendiri.

Berdasarkan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa jika seseorang memiliki kecerdasan emosional yang baik, ia akan meraih hasil belajar yang maksimal. Maka diduga kecerdasan emosional mempunyai hubungan dengan hasil belajar siswa.

 


BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

  1. A.    Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memperoleh data secara empiris tentang hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar siswa di SDN Bagoang 02 Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor.

 

  1. B.    Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Bagoang 02 Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor. Adapun waktu penelitian yaitu dilaksanakan terhitung mulai bulan Mei sampai dengan bulan Juni 2011, selama 2 Minggu.

 

  1. C.    Variabel Penelitian

Dalam hal ini penelitian dilakukan sesuai dengan judul yang diangkat dan terdiri dari dua variabel penelitian, yaitu :

  1. Variabel bebas (indevenden variabel) X, yaitu kecerdasan emosional.
  2. Variabel terikat (devenden variabel) Y, yaitu hasil belajar siswa.

 

  1. D.   Metode Penelitian

Berdasarkan variabel penelitian, permasalahan dan teknik pengumpulan data atau instrumen penelitian, maka metode penelitian yang digunakan adalah metode studi korelasi yang merupakan bagian dari metode deskriptip kognitip.

 

  1. E.    Sampel

Adapun sampel dalam penelitian ini adalah siswa siswi kelas VI
SDN Bagoang 02 sebanyak 40 orang.

 

  1. F.    Instrumen Penelitian

Instrumen dalam penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang hubungan antara kecerdasan emosional sebagai variabel bebas dengan menggunakan angket berupa sekala perilaku 20 pernyataan yang alternatif jawabannya terdiri dari selalu (D, sering (Ss), kadang-kadang (KD), pernah (P) dan tidak pernah (TP). Adapun skor nilai untuk S = 5, SS = 4, KD = 3, P = 2, dan TP = 1, skor nilai tersebut untuk jawaban positif, sedangkan untuk skor nilai yang negatif diberi skor sebaliknya.

Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data tentang hasil belajar siswa sebagai variabel terikat dengan menggunakan test pilihan ganda (test prilaku ganda) sebanyak 20 pertanyaan dengan alternatif jawaban terdiri dari pilihan option a, b, c, dan d, sedangkan skor nilai untuk jawaban benar diberi nilai 1 (satu) dan yang salah 0 (nol) untuk pernyataan positif, bagi skor nilai pernyataan negatif diberi nilai sebaliknya.

 


BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

  1. A.    Deskripsi Data Hasil Penelitian
  1. Hubungan antara kecerdasan emosional

Untuk melihat hubungan antara kecerdasan emosional (emotional question) dengan hasil belajar siswa maka diberlakukan penilaian variabel y (untuk pengukuran hasil belajar siswa/intelegensi) dan variabel x (untuk pengukuran skala emosional). Dari hasil penelitian berdasarkan instrument penilaian, maka diperoleh data sebagai berikut :

Tabel 1

Perolehan Nilai Siswa Untuk Variabel Y

No.

Rentang Nilai

Tally

F

%

1

2

3

4

5

6

< 50

50 – 59

60 – 69

70 – 79

80 – 89

90 – 100

I

IIII

IIII II

IIII IIII I

IIII III

IIII IIII

1

4

7

11

8

9

2,5

10

17,5

27,5

20

22,5

Jumlah

40

40

100

Sumber: Hasil pengolahan data uji coba

 

Berdasarkan data pada tabel di atas, jika dibandingkan dengan rata-rata menunjukan bahwa skor variabel Y di SDN Bagoang 02 Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor, yang berada di bawah rata-rata sebanyak 12 orang responden atau 30%, yang berada sama dengan rata-rata sebanyak 11 orang responden atau 27,5%. Sedangkan yang berada di atas bilai rata-rata sebanyak 17 orang responden atau 42,5%.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa upaya pembinaan warga negara yang baik di SDN Bagoang 02 Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor termasuk kategori tinggi.

Selanjutnya untuk grafik skor variabel Y, dapat dilihat pada gambar 1 berikut:

 


Gambar 1

Grafik Perolehan Nilai Siswa Untuk Variabel Y

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Hasil belajar siswa

Penelitian tentang variabel x (hasil belajar siswa/intelegensi), dalam hal ini digunakan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, diperoleh data sebagai berikut :

Tabel 2

Distribusi Frekuensi Skor Variabel X

No.

Kelas Interval

Tally

F

%

1

2

3

4

5

10 – 11

12 – 13

14 – 15

16 – 17

18 – 19

IIII

IIII IIII

IIII IIII IIII

IIII III

IIII

4

9

15

8

4

10

22,5

37,5

20

10

Jumlah

40

40

100

Sumber: Hasil pengolahan data uji validitas

 

Berdasarkan data pada tabel 2 di atas, jika dibandingkan dengan nilai harga rata-rata menunjukan bahwa skor Hasil Belajar Siswa di                   SDN Bagoang 02 Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor, yang berada di bawah nilai rata-rata sebanyak 13 orang responden atau 32,5%, dan yang berada sama dengan nilai rata-rata sebanyak 15 orang responden atau 37,5%. Sedangkan yang berada di atas rata-rata sebanyak 12 orang responden atau 30%.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar di SDN Bagoang 02 Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor termasuk kategori sedang.

Selanjutnya untuk grafik variabel x dapat dilihat pada gambar 2 berikut:

Gambar 2

Grafik Perolehan Nilai Untuk Variabel X

 

  1. B.    Pengujian Penelitian dan Analisa Data

Langkah-langkah selanjutnya setelah dilakukan perhitungan maka selanjutnya yaitu menganalisa data yang diperoleh. Hal ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan data dalam pengujian hipotesis penelitian. Langkah yang ditempuh dalam analisis data ini adalah menghubungkan dua jenis skor dari dua variabel yaitu skor hubungan pemahaman materi Hak Asasi Manusia terhadap upaya pembinaan warga negara yang baik.

Data korelasi data yang dilakukan tersebut diperoleh kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara variabel X (kecerdasan emosional) dengan variabel Y (hasil belajar siswa) di SDN Bagoang 02 Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor, dengan kesimpulan sebagai berikut :

 

  1. Terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar siswa di SDN Bagoang 02 Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor.
  2. Nilai signifikasi hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar siswa di SDN Bagoang 02 Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor sebesar 15,21%. Hal ini diperoleh dari perhitungan pertemuan dua titik antara variabel x dan y yang digambarkan sebagai berikut :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. C.    Pembahasan Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian di atas, bahwa hipotesis kerja (H1) diterima, hal ini tidak cukup beralasan karena upaya pembinaan warga yang baik dapat dipengaruhi oleh banyak faktor.

Dalam penelitian ini penulis mengambil fokus apakah ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar siswa yang baik. Setelah diadakan  penelitian ternyata kedua variabel tersebut ada pengaruh positif yang signifikan.

Penelitian di atas berada pada satu fenomena tempat yang sampel dan populasinya masih kurang luas bila dibandingkan dengan banyaknya faktor yang mempengaruhi hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar siswa.

Hasil penelitian yang diperoleh di SDN Bagoang 02 Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor bisa saja berbeda hasilnya dengan hasil penelitian di tempat lain. Mudah-mudahan hasil penelitian ini dapat menjadi rangsangan dan motivasi yang positif bagi para peneliti selanjutnya yang memberikan perhatian pada upaya pembinaan warga negara yang baik terutama siswa-siswi SD dan atau MI juga yang sederajat yang merupakan putra-putri generasi penerus tunas harapan bangsa, yang kelak bisa meneruskan pembangunan bangsa dan negaranya juga agamanya terutama meneruskan perjuangan dan cita-cita yang terkandung di dalam UUD 1945, sehingga dapat menjadi perhatian di dunia pendidikan.

 

  1. D.   Keterbatasan Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan di SDN Bagoang 02 Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor, tentang hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar siswa di SDN Bagoang 02 Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor dengan menggunakan korelasi “r” product moment dapat disimpulkan bahwa hubungan yang ada dalam kategori rendah yaitu 15,21%.

Namun dari hasil penelitian ini penulis menyadari bahwa penelitian ini tidak sepenuhnya pada kebenaran yang mutlak, penulis menyadari masih banyak terdapat kekurangan dan kelemahan disana sini diantaranya:

  1. Terbatasnya kemampuan dari penulis untuk dapat meneliti secara obyektif, terukur dan mendalam.
  2. Terbatasnya dana dan potensi dalam proses penelitian ini.
  3. Terbatasnya tenaga dan waktu dalam melakukan penelitian secara terukur, mendalam dan rinci.

Jadi hasil penelitian ini hanya menggambarkan atau berlaku di                         SDN Bagoang 02 Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor.


BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

 

A.    Kesimpulan

Berdasarkan uji persyaratan analisis data dan uji hipotesis, maka sampailah pada suatu akhir dalam penelitian ini, dalam kegiatan ini untuk menarik kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan.

Adapun kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut :

  1. Terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar siswa di Sekolah Dasar Negeri Bagoang 02 Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor.
  2. Terdapat nilai signifikasi variabel X (hubungan antara kecerdasan emosional) terhadap variabel Y (hasil belajar siswa di Sekolah Dasar Negeri Bagoang 02 Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor) Hasil belajar siswa sebesar 15,21 %. Hal ini didasarkan dari hasil perhitungan yang diperoleh sebesar 15,21 %. Hal Ini berarti masih ada 84,79 % adalah hubungan faktor-faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar siswa. Faktor-faktor lain itu adalah faktor lingkungan dan faktor bimbingan orang tua.  Contoh faktor lingkungan adalah contoh-contoh adat istiadat di masyarakat yang baik bisa baik seperti cara berbincang yang sopan, cara bergaul yang ramah dan cara bertingkah laku yang baik, sedangkan faktor bimbingan orang tua akan lebih berpengaruh terutama bimbingan orang tua yang datang dari keluarga masing-masing.
  3. Jika diperoleh nilai signifikasi hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar siswa yang rendah, maka hal itu berarti masih ada kontribusi hubungan faktor lain. Hal ini perlu mendapatkan perhatian dari pihak internal dan eksternal. Pihak internal diantaranya sekolah terutama guru mata pelajaran, sedangkan pihak eksternal diantaranya lingkungan keluarga dan masyarakat supaya terjadi hasil belajar siswa dalam hubungan antara kecerdasan emosional.

 

B.    Saran-saran

Berangkat dari temuan yang berkaitan dari hasil penelitian, maka dengan ketulusan jiwa dan kerendahan hati, penulis ingin menyampaikan beberapa saran kepada pihak yang terkait, terutama kepada:

  1.  Dalam proses kegiatan belajar mengajar lebih mengarahkan pada hasil belajar siswa dan menerapkannya guna terwujudnya hasil belajar siswa yang baik.
  2. Para orang tua, anggota keluarga, serta lingkungan masyarakat agar memberikan motivasi, penerapan dan pemahaman positif agar anak-anak sekolah lebih memahami hubungan kecerdasan emosional dalam menjalankan kegiatan aktivitas hidupnya semenjak dini..
  3. Bagi para siswa dan siswi yang berada di SDN Bagoang 02 Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor pahamilah, laksanakan dan kembangkanlah bakat dan minat juga kreasimu dalam hubungan antara kecerdasan emosional supaya kelak menjadi pondasi dalam kehidupan di masa yang akan datang nanti.

 

 

 

 

 

 

 


DAFTAR PUSTAKA

 

Abdul, Azis, Wahab, Dr. MA. Materi Pokok PPDG 2530/ Modul 1-9 Pendidikan Pancasila 2, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA, 1997

Anonim, GBPP Tahun 1999. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jakarta: PT Sarana Pancakarya, 2000.

_________, Undang-Undang No. 39 Tahun 1999. Pendidikan Kewarganegaraan. Bandung: PT Rosda Karya, 2000

_________, Undang-Undang No. 39 Tahun 1999. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jakarta: Yudhistira, 2002

_________, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: 2005

A. Mangun, Harjuna, Prof. MA. Dimensi Manusia dalam Pembangunan. Jakarta: LP3ES, 1996

A. Rahmat, Drs. Tata Negara Kurikulum SMU. Bandung: Ganesha Exact, 1994

Budiarjo, Miriam, Prof. MA. Manifestasi Hak Asasi Manusia. Jakarta: 1998

Iskandar, Enceng, Drs. M.Pd. Mabir PPKn. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2000

Kansil, C.S.T., Drs. SH. Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 2000

Naning, Randlom, SH. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Bandung: PT Rosdakarya, 1983

Pandu, Yuda (ed) Undang-Undang No. 39 Tahun 1999, tentang Hak Asasi Manusia. Jakarta: Indonesia Legal Center Publishing, 2004

Rationingsih, Neny. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 1. Jakarta: Yudhistira, 1999

_________, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2. Jakarta: Yudhistira, 1999

Salahudin, Hamidi, Drs. Hak Asasi Manusia dalam Persfektif Islam. Jakarta: Amisco, 2000

Sri Rahayu Pudjiastuti, Metode Penelitian Pendidikan, Jakarta: STKIP Kusuma Negara Jakarta, 2004.

Suharsini Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta:                          PT. Rineka Cipta, 1998.

 


KATA PENGANTAR

 

 

 

Syukur alhamdulillah Penyusun panjatkan kepada Allah SWT atas berkah rahmat dan hidayah-Nya, akhirnya penulis dapat menyelesaikan tugas Karya Tulis Ilmiah ini.

Tugas Karya Tulis Ilmiah ini disusun dalam rangka perolehan evaluasi akademik pada Mata Kuliah di lingkungan PJJ UHAMKA Bogor.

Penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini tidak terlepas dari curahan perhatian, bantuan dan dorongan dari berbagai pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam merampungkan kesempurnaan penyelesaian Karya Tulis Ilmiah ini. Oleh karena itu, penyusun menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berperan. Atas segala bantuan dan partisipasinya, semoga Allah SWT berkenan membalasnya dengan balasan kebaikan yang berlipat-lipat. Amiin…

Penyusun juga menyadari dengan sepenuhya bahwa penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini masih jauh dari sempurna baik dari segi substansi maupun sistematikanya. Oleh karena itu, kritik dan saran yang konstruktif sungguh sangat penyusun nantikan demi evaluasi di masa mendatang.

Akhirnya penyusun berharap, semoga Karya Tulis Ilmiah ini dapat diterima dengan baik dan memberikan manfaat serta dapat dipertanggung jawabkan sebagai salah satu referensi pendidikan di khususnya lingkungan UPJJ UHAMKA Bogor.

 

 

 

Bogor,   Juni 2011

Hormat kami,

 

Penyusun

i

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

 

BAB I    PENDAHULUAN……………………………………………………………………………………

  1. Latar Belakang Masalah…………………………………………………………………………
  2. Identifikasi Masalah………………………………………………………………………………
  3. Pembatasan Masalah……………………………………………………………………………
  4. Perumusan Masalah……………………………………………………………………………..
  5. Kegunaan Penelitian…………………………………………………………………………….

 

BAB II KERANGKA TEORITIS

  1. Tinjauan Teori……………………………………………………………………………………..
  2. Kerangka Berfikir………………………………………………………………………………….

 

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

  1. Tujuan Penelitian…………………………………………………………………………………
  2. Tempat dan Waktu Penelitian………………………………………………………………..
  3. Variabel Penelitian………………………………………………………………………………..
  4. Metode Penelitian………………………………………………………………………………..
  5. Sampel………………………………………………………………………………………………
  6. Instrumen Penelitian…………………………………………………………………………….

 

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

  1. Deskripsi Data Hasil Penelitian………………………………………………………………..
  2. Pengujian Penelitian dan Analisa Data……………………………………………………..
  3. Pembahasan Hasil Penelitian………………………………………………………………….
  4. Keterbatasan Penelitian…………………………………………………………………………

 

BAB V   KESIMPULAN DAN SARAN

C.    Kesimpulan…………………………………………………………………………………………

D.   Saran…………………………………………………………………………………………………

 

DAFTAR PUSTAKA

ii

ii

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Djam’an Saturi, dkk., Buku Materi Pokok MKDK4005/2SKS/Modul 1-6 Edisi 1, Profesi Keguruan, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA, Jakarta, 2009.

 


KISI-KISI INSTRUMEN PENELITIAN

(HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL)

VARIABEL X

 

 

No.

Indikator

Pernyataan

Jumlah

Positif

Negatif

1

 

Kecerdasan Emosional

 

1,  2,  3,  4

5

5

2

 

Ekpresi Emosi

 

6,  7,  8,  9

10

5

3

 

Kesadaran Emosi Terhadap Orang Lain

 

11, 12, 13, 14

15

5

4

Kreativitas

17, 18, 19, 20

16

5

 

 

Jumlah

 

 

16

 

 

4

 

 

20

 

 


ANGKET SKALA PRILAKU

 

 

  1. A.    Identitas Responden
  1. Nama                           :    ……………………………………..
  2. Usia/Umur                   :    ………………… Tahun
  3. Jenis Kelamin               :    Laki-laki/Perempuan*)
  4. Kelas                            :    ……………………………………..
  5. Agama                         :    ……………………………………..

 

  1. B.    Petunjuk Pengisian
  1. Bacalah pernyataan ini dengan teliti!
  2. Tiap pernyataan terdiri dari 5 pilihan jawaban untuk variabel X, yaitu :

 

No.

Pilihan Jawaban

Skoring

1

2

3

4

5

 

Selalu

Sering

Kadang-kadang

Pernah

Tidak pernah

 

(SL)

(SS)

(KD)

(P)

(TP)

 

5

4

3

2

1

 

  1. Anda diminta untuk memberikan tanda check list (ü) pada kolom pernyataan yang telah disediakan dan jawablah sesuai dengan pendapat anda secara benar dan jujur.

 

  1. Setelah menjawab dimohon kembalikan dan atas bantuannya kami ucapkan terima kasih.


INSTRUMEN KECERDASAN EMOSIONAL

VARIABEL X

 

Petunjuk Pengisian

  1. Tulislah nama dan kelas anda
  2. Bacalah dengan teliti setiap pernyataan sebelum anda jawab!
  3. Pilihlah jawaban yang paling sesuai dengan pendapat anda berilah tanda chek list (ü) pada tempat yang telah disediakan.
  4. Jawablah setiap pernyataan dan jangan sampai terlewat.

 

No.

Pernyataan

SL

SS

KD

P

TP

1.

Saya dapat menyebutkan perasaan saya          

2.

Saya telah belajar banyak tentang diri sendiri dengan mendengarkan perasaan saya.          

3.

Saya sadar tentang perasaan saya hampir sepanjang waktu.          

4

Saya memperhatikan keadaan fisik saya untuk memahami perasaan-perasaan saya.          

5.

Teman dekat saya akan mengatakan bahwa saya mengungkapkan penghargaan terhadap mereka.          

6.

Saya berfikir tentang perasaan orang lain se-belum mengungkapkan pandangan saya.          

7.

Saya dapat dengan mudah mengabaikan gangguan-gangguan apabila saya perlu berkon-sentrasi.          

8.

Saya menyelesaikan hampir semua yang saya alami.          

9.

Saya tahu cara mengatakan “tidak” ketika saya harus demikian          

10.

Saya berkhayal tentang masa depan untuk memudahkan membayangkan kemana tujuan saya.          

11.

Saya dapat pulih dengan cepat sesudah merasa kecewa.          

12.

Saya dapat memperoleh yang saya butuhkan jika tekad saya sudah bulat.          

13.

Halangan atau masalah dalam hidup saya telah menghasilkan perubahan-perubahan tak terduga ke arah yang lebih baik.          

14.

Saya mudah menunggu dengan sabar bila harus demikian.          

15.

Saya bisa sedih bila kehilangan sesuatu yang pentng bagi saya.          

16.

Saya mempunyai kemampuan mendapatkan yang saya inginkan.          

17.

Saya merasa dapat mengendalikan hidup saya.          

18.

Saya bersedia mengakui kesalahan yang telah saya perbuat.          

19.

Kalau tidak bersemangat lagi dengan sekolah, saya akan berhenti sekolah.          

20.

Saya tidak pernah berbohong.          

 


INSTRUMEN HASIL BELAJAR SISWA

 

Nama : ………………………….

Petunjuk Pengisian

Bacalah setiap pertanyaan dengan seksama sebelum menjawabnya. Berilah tanda silang (X) pada pilihan a, b, c, dan d yang dianggap paling benar. Jawablah setiap pertanyaan dan jangan sampai ada yang terlewatkan.

  1. Mengakui dan meyakini bahwa Tuhan yang menciptakan semesta alam itu memang benar ada arti dari:
    1. Kesadaran adanya kekuatan gaib.
    2. Beribadah sesuai dengan ajaran agama.
    3. Beriman kepada Tuhan YME.
    4. Kesetiaan terhadap perintah Tuhan.
    5. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, artinya adalah:
      1. Mengakui dengan sungguh-sungguh adanya Tuhan.
      2. Meyakini semua ajaran Tuhan Yang Maha Esa.
      3. Menyadari segala nikmat dan ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
      4. Mentaati perintah Tuhan Yang Maha Esa dan menjauhi larangan-Nya.
      5. Salah satu ciri orang yang bertakwa terhadap tuhan Yang Maha Esa adalah:
        1. Selalu pasrah menghadapi cobaan dalam hidup.
        2. Taat beribadah berdasarkan ajaran agamanya.
        3. Selalu berbuat baik agar dihormati orang lain.
        4. Mensyukuri segala nikmat dengan cara berdo’a.
        5. Contoh perbuatan yang dilandasi sikap iman dan takwa di lingkungan keluarga ialah:
          1. Bekerja bakti setiap hari Minggu.
          2. Berdo’a sebelum dan sesudah melakukan pekerjaan.
          3. Pulang sekolah tepat pada waktunya.
          4. Mau menolong Ibu jika diminta olehnya.
        6. Manfaat beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa bagi diri sendiri, antara lain adalah:
          1. Mewujudkan kerukunan antar umat beragama.
          2. Membentuk pribadi yang jujur dan baik.
          3. Menciptakan masyarakat adil dan makmur.
          4. Meningkatkan persatuan dan kesatuan.
        7. Sebagai bangsa yang cinta terhadap tanah air dan bangsa, terhadap unsur-unsur yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa, semestinya bersikap:
          1. Menunggu instruksi pemerintah pusat.
          2. Selalu tanggap dan waspada.
          3. Mengatasi dan mengerahkan massa.
          4. Membiarkan aparat keamanan mengatasi.
        8. Dalam negara kesatuan Indonesia, ancaman terhadap salah satu wilayah Indonesia akan dipandang sebagai:
          1. Ancaman terhadap wilayah tersebut.
          2. Ancaman terhadap seluruh wilayah Indonesia.
          3. Ancaman bagi masyarakat sekitar.
          4. Ancaman bagi TNI.
        9. Suatu sikap yang dilandasi ketulusan dan keikhlasan untuk kejayaan bangsa dan negaranya adalah makna dari:
          1. Cinta tanah air dan bangsa.
          2. Berkorban demi tanah air dan bangsa.
          3. Membangun bangsa dan negara.
          4. Bangga terhadap tanah air dan bangsa.
        10. Salah satu contoh perilaku sebagai wujud rasa cinta tanah air yang dapat dilakukan siswa di lingkungan sekolah adalah:
          1. Belajar jika mau ulangan.
          2. Tekun dan giat belajar.
          3. Mentaati tata tertib jika ada guru.
          4. Membersihkan kelas jika piket.
        11. Kita pertahankan tetap berdirinya negara kesatuan karena alasan sebagai berikut:
          1. Sejak dulu bangsa kita telah menjadi bangsa yang luas wilayahnya.
          2. Kekayaan Indonesia yang melimpah seluruh wilayah.
          3. Kemerdekaan Indonesia diperoleh dengan persatuan dan kesatuan.
          4. Indonesia tidak memiliki orang pintar di daerah-daerah.
        12. Bekerja keras adalah:
          1. Bekerja yang berat-berat.
          2. Bekerja yang kasar-kasar.
          3. Bekerja secara optimal.
          4. Bekerja menjadi kuli bangunan.
        13. Contoh bekerja keras adalah yang dilakukan pelajar ialah:
          1. Belajar jika disuruh orang tua.
          2. Bekerja sesuai dengan perintah guru.
          3. Belajar dengan tekun dan sungguh-sungguh.
          4. Melakukan kerja bakti di lingkungannya.
        14. Diantara yang membedakan orang sukses dengan orang gagal ialah:
          1. Orang sukses suka bekerja keras.
          2. Orang sukses berpangku tangan.
          3. Orang sukses tidak pernah berfikir masa depan.
          4. Orang sukses selalu bersenang-senang.
        15. Kebiasaan hidup dengan gaya glamour, menghambur-hamburkan uang dan menyia-nyiakan waktu adalah ciri orang yang:
          1. Tidak bekerja keras.
          2. Tidak mau hidup miskin.
          3. Tidak mau menghargai orang lain.
          4. Tidak mau hidup sederhana.
        16. Hidup sederhana dan bekerja keras sangat penting bagi:
          1. Pencapaian cita-cita hidup berbangsa dan bernegara.
          2. Pencapaian cita-cita seseorang masyarakat dan bernegara.
          3. Pencapaian kekayaan dan harta yang melimpah.
          4. Pencapaian kepuasan dan kebahagiaan orang lain.
        17. Sikap menghormati perasaan dan menghormati orang lain disebut:
          1. Tepa selira.
          2. Tenggang rasa.
          3. Simpatik.
          4. Setia kawan.
        18. Salah satu cara mengembangkan sikap tenggang rasa:
          1. Menyadari bahwa setiap orang memiliki perasaan yang berbeda-beda.
          2. Menjauhi sifat-sifat tercela.
          3. Memperbanyak mencari teman.
          4. Bercita-cita setinggi langit.
        19. Berikut sikap yang harus dikembangkan untuk menumbuhkan sikap tenggang rasa, yakni:
          1. Empati.
          2. Ekstrimisme.
          3. Individualisme.
          4. Egoisme.
        20. Sikap tenggang rasa bagi kehidupan berbangsa dan bernegara menopang hal-hal sebagai berikut, kecuali:
          1. Menjamin persatuan dankesatuan.
          2. Mempercepat tercapainya tujuan negara.
          3. Menciptakan kerukunan hidup bermasyarakat.
          4. Menjamin kesejahteraan masyarakat.
        21. Untuk mengembangkan sikap tenggang rasa, hal-hal yang perlu dilakukan tampak seperti di bawah ini, kecuali:
          1. Menyadari sebagai makhluk bermasyarakat.
          2. Peka terhadap keperluan dan perasaan orang lain.
          3. Tidak peduli dengan kehidupan orang lain.
          4. Memikirkan akibat dari perbuatan kita sebelum bertindak.
About these ads

About kelompok28bbgr

Aink mah aink..
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s