Karya Tulis Ilmiah Prinsip-Prinsip Dalam Belajar

 

KARYA TULIS ILMIAH

PRINSIP-PRINSIP DALAM BELAJAR

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Disusun oleh :

Nama  :  BAEKANDI

NIM  :  1001037166

 

 

 

 

 

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA

PJJ – UHAMKA

2011


KATA PENGANTAR

 

Dengan mengucapkan syukur alhamdulillah penulis dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul “Peran Orang Tua dalam Pendidikan”.

Adapun maksud dari penyusunan karya tulis ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA – PJJ UHAMKA Bogor.

Dalam menyusun karya tulis ini, penulis mendapat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, melalui pengantar ini penulis ucapkan banyak terima kasih atas segala bantuan yang telah diberikan. Semoga semua kebaikan dibalas oleh Allah SWT dengan balasan yang berlipat ganda.

Karena terbatasnya pengetahuan serta kemampuan yang dimiliki, penulis menyadari bahwa dalam penyusunan karya tulis ini masih jauh dari sempurna dn masih terdapat kekurangan dan kesalahan baik dalam penyusunan kata, penulisan, maupun isi serta pembahasannya. Untuk itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan penyusunan karya tulis lain di masa yang akan datang.

Akhir kata, penulis berharap semoga karya tulis ini bermanfaat bagi penulis khususnya, dan umumnya bagi para pembaca.

 

Jasinga,  Juni 2011

Penulis

i

v

DAFTAR ISI

 

 

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………….       i

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………….      ii

 

BAB I   PENDAHULUAN……………………………………………………………………      1

A.   Latar Belakang Masalah ………………………………………………………      1

B.   Pembatasan dan Perumusan Masalah……………………………………..      3

C.   Tujuan dan Manfaat Penelitian………………………………………………      3

D.   Metode Penelitian………………………………………………………………..      4

E.    Sistematika Penulisan…………………………………………………………..      4

 

BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………………………      5

A.   Pengertian Belajar  ………………………………………………………………      5

B.   Ragam Alat Belajar ……………………………………………………………..      6

1.   Sarana Fisik ……………………………………………………………………      6

2.   Sarana Psikis ………………………………………………………………….      6

C.   Jenis-Jenis Belajar ……………………………………………………………….      7

D.   Prinsip-Prinsip Belajar ………………………………………………………….    10

E.    Asepk Yang Mendukung Terhadap Prinsip Belajar………………….    12

 

BAB III                                                                                                               PENUTUP                       13

A.   Kesimpulan…………………………………………………………………………    13

B.   Saran …………………………………………………………………………………    13

 

DAFTAR PUSTAKA

ii

vii

 

viii


BAB I

PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang Masalah

Belajar dalam kehidupan manusia mempunyai arti penting yang sangat besar. Hal ini disebabkan karena manusia dilahirkan dalam keadaan tak berdaya dan tak mampu melakukan apapun. Disamping itu, manusia juga dilahirkan dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun. Namun, melalui proses belajar, terutama pada masa pertumbuhan, maka manusia sedikit demi sedikit mulai mengenyam berbagai ilmu pengetahuan dan keahlian lainnya (Skills).

Anak kecil (bayi) yang secara alamiah dibekali dengan sedikikit gerakan refleks, seperti gerakan tangan, kaki, kelopak mata, menangis, dan bersuara yang tidak beraturan, merupakan gerakan yang tidak dipeoleh melalui proses belajar. Gerakan seorang bayi tersebut bersifat alamiah. Namun demikian, perlu diketahui bahwa gerakan refleks itu tidak berarti bahwa pada masa pertumbuhan tidak melalui proses belajar.

Bagaimanapun kondisinya seorang anak akan tetap melakukan proses belajar seperti mengatur gerakan tangan dan jari-jemarinya untuk menggenggam sesuatu dan belajar keahlian lainnya seperti seni atau menciptakan sesuatu setelah dewasa. Selain itu, ia akan belajar bagaimana mengatur gerakan kakinya agar dapat berjalan, berlari, memanjat, dan bermain bola atau olah raga lainnya. Ia pun melakukan proses belajar mengajar bagaimana mengatur gerakan suaranya supaya dapat mengucapkan kata-kata yang mempunyai makna seperti menyebut nama kedua orang tuanya, saudaranya atau nama lainnya. Ia juga belajar bagaimana menyusun kata-kata supaya jadi kalimat yang dipahami. Dan yang terpenting dalam perjalanan hidup seorang anak manusia akan selalu menghadapi hal-hal baru, menghadapi berbagai rintangan dan berbagai persoalan hidupnya. Untuk itu ia akan belajar mencari jawaban yang sesuai untuk menghadapi, menghalau, dan memecahkan persoalan tersebut.

Kemampuan belajar dan menarik pelajaran dari berbagai ujian merupakan kemampuan yang dimiliki oleh setiap manusia dan hewan dalam menghadapi hal-hal baru atau persoalan yang akan dihadapi. Kemampuan inilah yang menyebabkan manusia dan hewan mampu bertahan hidup dan melestarikan jenisnya masing-masing.

Kenyataannya setiap manusia tidak saja belajar bahasa, ilmu pengetahuan, seni kerajinan, dan keahlian lainnya; tetapi juga mempelajari adat-istiadat, orientasi yang berkembang ditengah masyarakat, moral dan sifat pribadinya. Berdasarkan asumsi ini maka belajar mempunyai arti penting yang menentukan dalam kehidupan manusia. Dalam ajaran Islam, pentingnya belajar bagi manusia ditunjukkan dalam ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan erat dengan proses, belajar menulis, dan membaca.

 

B. Pembatasan dan Perumusan Masalah

1.   Pembatasan masalah

Untuk menghindari perbedaan persepsi serta pengarahan masalah agar tidak meluas, maka permasalahan dalam penelitian ini penyusun batasi sebagai berikut  :

a.   Belajar yang dimaksud adalah belajar yang dipahami secara umum.

b.   Hal-hal yang mendukung terhadap upaya dan proses belajar

2.   Perumusan masalah

Agar permasalahan yang akan dibahas dalam Karya Tulis Ilmiah  ini jelas dan terarah, maka perlu adanya perumusan masalah, yakni  :

a.   Bagaimana penilaian konsepsi belajar dilihat dari perspektif Islam

b.   Apa sajakah hal-hal yang mendukung terhadap proses belajar menurut perspektif Islam.

 

C.  Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan dari pembuatan Karya Tulis Ilmiah ini adalah sebagai berikut_:

  1. Untuk mengetahui pengertian belajar sehingga apa yang kita lakukan benar-benar terarah, jelas dan benar.
  2. Untuk mengetahui hal-hal yang mendukung terhadap proses pembelajaran, sehingga diketahui dengan jelas kerangka belajar yang baik dan benar.

Mengenai manfaat dari Karya Tulis Ilmiah  ini secara teoritis adalah untuk memperkaya khazanah keilmuan khususnya di lingkungan PJJ UHAMKA, maupun lingkungan akademis lain dan masyarakat pada umumnya.

 

D. Metode Penelitian

Dalam penelitian karya ilmiah ini, peneliti memakai jenis penelitian library research. Oleh karena itu, jenis data yang akan dibutuhkan adalah data kualitatif yang peneliti kumpulkan dari berbagai sumber tertulis, baik sifatnya primer maupun sekunder.

 

E. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan Karya Tulis Ilmiah  ini terdiri dari tiga bab, yang setiap bab terdiri atas beberapa sub yang saling berkaitan, yaitu  :

BAB I, bab ini terdiri dari latar belakang masalah, pembatasan dan perumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, metode penelitian dan sitematika penulisan.

BAB II, dalam bab ini dijelaskan tentang konsepsi belajar yang terdiri dari pengertian belajar, ragam alat belajar, jenis-jenis belajar, prinsip-prinsip belajar, prinsip belajar dalam perspektif hadits dan urgensi belajar dalam persepektif Islam.

BAB III, sebagai penutup, bab ini berisi kesimpulan dari uraian pembahasan yang terdapat dalam bab-bab sebelumnya dan saran-saran yang merupakan kontribusi pemikiran dari penulis, ditujukan kepada segala pihak yang mempunyai tanggung jawab terhadap pembinaan akhlakul karimah terhadap anak khususnya orang tua yang mempunyai anak.

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.  Pengertian Belajar  

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, secara etimologis belajar memiliki arti “berusaha memperoleh kepandaian ilmu”. Sedangkan menurut beberapa tokoh, belajar dapat diartikan sebagai berikut :

  • Hilgard dan Bower

Belajar (to learn) memiliki arti : 1) to gain knowledge, comprehension, or mastery of trough experience or study, 2) to fix in the mind or memory, memorize, 3) to acquire trough experience, 4) to become in forme of to find out. Dengan demikian, belajar memiliki arti dasar adanya aktivitas atau kegiatan dan penguasaan tentang sesuatu.

  • Cronbach

Learning is shown by change in behavior as relust of experience. Belajar yang terbaik adalah pengalaman.

  • Spears

Menyatakan bahwa Learning is to observy, to read, to imitate, to try something themselves, to following direction. (Baharuddin & Wahyuni, 2007)

  • Skinner

Berpendapat bahwa belajar adalah suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progresif.

  • Chaplin

Belajar adalah perolehan perubahan tingkah laku yang relatif menetap sebagai akibat latihan dan pengalaman. Belajar ialah proses memperoleh respon-respon sebagai akibat adanya latihan khusus.

  • Hintzman

Belajar adalah suatu perubahan yang terjadi dalam diri organisme (manusia atau hewan) disebabkan oleh pengalaman yang dapat mempengaruhi tingkah laku organisme tersebut.

 

  • Wittig

Belajar adalah perubahan yang relatif menetap yang terjadi dalam segala macam atau keseluruhan tingkah laku organism sebagai hasil pengalaman.

Dari pengertian beberapa tokoh tersebut, secara umum belajar dapat dipahami sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai pengalaman dan iteraksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif. (Syah, 2007).

 

B.  Ragam Alat Belajar

Manusia diciptakan oleh Allah dalam keadaan tidak berpengetahuan, akan tetapi Allah telah membekali manusia dengan potensial yang bersifat jasmaniah dan rohaniah untuk belajar dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemaslahatan umat manusia.

Adapun ragam alat fisik-psikis itu, seperti yang terungkap dalam beberapa firman Allah, adalah sebagai berikut :

1.   Sarana Fisik

Dalam Al-Qur’an, diantara indra-indra eksternal, hanya mata dan telinga yang sering disebut.

  • Indra penglihat (mata), yakni alat fisik yang berguna untuk menerima informasi visual.
  • Indra pendengar (telinga), yakni alat fisik yang berguna untuk menerima informasi verbal.

2.   Sarana Psikis

  • Akal, yakni potensial kejiwaan manusia berupa sistem psikis yang kompleks untuk menyerap, mengolah, menyimpan, dan memproduksi kembali item-item informasi dan pengetahuan (ranah kognitif).
  • Kalbu, mempunyai dua arti, yakni fisik dan metafisik. Qalbu dalam arti fisik adalah jantung (heart), berupa segumpal daging berbentuk lonjong. Terletak dalam rongga dada sebelah kiri. Sedangkan dalam arti metafisik qalbu dinyatakan karunia Tuhan yang halus  bersifat ruhaniah dan ke-Tuhan-an , yang ada hubungannya dengan jantung. Dengan demikian, arti kalbu yang lebih realistis ialah “akal” atau “sistem memori” yang tempatnya di dalam otak, bukan didalam jantung atau dalam hati manusia. (Baharuddin & Wahyuni, 2007).

 

C.  Jenis-Jenis Belajar

Ada bermacam-macam kegiatan yang terdapat dalam proses belajar. Kegiatan ini memiliki corak yang berbeda antara satu dengan yang lainnya, baik dalam aspek materi dan metodenya maupun dalam aspek tujuan dan perubahan tingkah laku yang diharapkan. Keanekaragaman jenis belajar ini muncul dalam dunia pendidikan sejalan kebutuhan manusia yang juga bermacam-macam. (Hartati, dkk, 2005). Jenis-jenis belajar itu antara lain :

1.   Belajar abstrak

Belajar abstrak ialah belajar yang menggunakan cara-cara berpikir abstrak. Tujuannya adalah untuk memperoleh pemahaman dan pemecahan masalah-masalah yang tidak nyata. Misalnya belajar matematika, kimia, kosmografi, astronomi, dan juga sebagian materi bidang studi agama seperti Tauhid.

2.   Belajar keterampilan

Belajar keterampilan adalah belajar dengan menggunakan gerakan- gerakan motorik, yakni yang berhubungan dengan urat-urat syaraf dan otot-otot neuromuscular. Tujuannya adalah memperoleh dan menguasai keterampilan jasmaniah tertentu. Misalnya belajar olah raga, musik, menari, melukis, memperbaiki benda-benda elektronik dan juga sebagian materi pelajaran agama, seperti ibadah : shalat dan haji.

3.   Belajar sosial

Belajar memahami masalah-masalah dan teknik-teknik untuk memecahkan masalah-masalah tersebut. Tujuannya adalah untuk menguasai pemahaman dan kecakapan dalam memecahkan masalah-masalah sosial. Selain itu, belajar sosial juga bertujuan untuk mengatur dorongan nafsu pribadi demi kepentingan kepentingan bersama dan memberi peluang kepada orang lain atau kelompok lain untuk memenuhi kebutuhannya secara berimbang dan proporsional.

4.   Belajar pemecahan masalah

Belajar pemecahan masalah adalah belajar menggunakan metode- metode ilmiah atau berpikir secara sistematis, logis, teratur, dan teliti. Tujuannua adalah untuk memperoleh kemampuan dan kecakapan kognitif untuk memecahkan amsalah-masalah secara rasional, lugas dan tuntas. Hampir semua bidang studi dapat dijadikan sarana belajar pemecahan masalah.

5.   Belajar Rasional

Belajar rasional adalah belajar dengan menggunakan kemampuan berpikir secara logis dan rasional. Tujuannya ialah untuk memperoleh aneka ragam kecakapan menggunakan prinsip-prinsip dan konsep- konsep. Jenis belajar ini sangat erat kaitannya dengan erat dengan belajar pemecahan masalah. Sama dengan bidang studi untuk pemecahan masalah, belajar rasional tidak memberi tekanan khusus pada penggunaan studi eksak.

6.   Belajar pembiasan

Belajar pembiasan adalah proses pembentukan kebiasaan-kebiasaan baru yang telah ada. Tujuannya agar siswa memperoleh sikap-sikap dan kebiasaan-kebiasaan perbiatan baru yang lebih tepat dan positif, dalam arti selaras dengan kebutuhan uang dan waktu.

7.   Belajar Apresiasi

Adalah belajar mempertimbangkan arti penting atau nilai suatu objek. Tujuannya adalah agar siswa memperoleh dan mengembangkan kecakapan, affective skills yang dalam hal ini kemampuan menghargai, secara tepat terhadap nilai obnjek tertentu. Bidang-bidang studi yang dapat menunjang tercapainya tujuan belajar apresiasi antara lain : bahasa dan sastra, kerajinan tangan, kesenian, dan menggambar.

8.   Belajar Pengetahuan

Adalah belajar dengan cara melakukan penyeledikian mendalam terhadap objek pengetahuan tertentu, dengan melibatkan kegiatan investigasi dan eksperimen. Tujuan belajar pengetahuan adalah agar siswa memperoleh atau menambah informasi dan pemahaman terhadap pengetahuan tertentu yang biasanya lebih rumit dan memerlukan kiat khusus untuk mempelajarinya. (Syah, 2007).

9.   Belajar Berpikir (Belajar Kognitif)

Berpikir adalah kemampuan jiwa untuk meletakkan hubungan antara bagian-bagian pengetahuan. Ketika belajar dilakukan, maka disana terjadi suatu proses. Oleh karena itulah, John Dewey dan Wertheimer memandang berpikir sebagai proses. Dalam proses itu tekanannya terletak pada penyusunan kembali kecakapan kognitif (yang bersifat ilmu pengetahuan).

Taraf

Nama Taraf Berpikir

Macam Kerja Tarap Pikir Yang Diajarkan

5

Evaluasi : Berpikir kreatif atau berpikir memecahkan masalah

ñ

Seluruhnya kerja berpikir  

4

Analisis dan Sintesis Berpikir menguraikan dan menggabungkan

ñ

   

3

Aplikasi Berpikir menerapkan

ñ

   

2

Komprehensif Berpikir dalam konsep belajar pengertian

ñ

   

1

Pengetahuan Belajar reseptif atau menerima

Tidak ada kerja berpikir

 

Setiap taraf berpikir tersebut akan melahirkan belajar yang berbeda, dengan hasil yang berbeda pula. Selain itu terlihat pula bahwa semakin ke atas semakin besar persentase tuntutan kerja pikir.

Pada taraf belajar menerima (taraf pertama) hampir tidak ada kerja pikir, sedangkan pada taraf kelima, praktis seluruhnya adalah kerja pikir. Sebenarnya pada taraf-taraf itu ada semacam kesinambungan dari taraf belajar menuju taraf kerja pikir. Dengan “belajar” dimaksudkan peniruan secara lengkap sedangkan berpikir dimaksudkan kerja kreatif secara lengkap. Semakin tinggi tarafnya akan semakin banyak tuntutan kerja pikir yang diperlukan. Tetapi tidak sepenuhnya kerja pikir selalu ada unsur mengingatkan dan menirukan.

 

10. Belajar Motorik

Orang yang memiliki suatu keterampilan motorik, mampu melakukan suatu gerak-gerik jasmani dalam urutan tertentu, dengan mengadakan koordinasi antara gerak-gerik berbagai anggota badan secara trpadu. Keterampilan semacam ini disebut “motorik”, karena otot, urat dan persendian terlibat secara langsung sehingga keterampilan sungguh-sungguh berakar dari kejasmanian. Ciri khas dari keterampilan motorik adalah “otomatisme” yaitu rangkaian gerak- gerik berlangsung secara teratur dan berjalan dengan lancar dan supel. Tanpa dibutuhkan banyak refleksi tentang apa yang harus dilakukan dan mengapa diikuti urutan gerak-gerik tertentu. (Djamarah, 2002)

11. Belajar Sikap

Sikap disiplin dan bekerja dengan jujur dengan menanamkan penghayatan dan perasaan melalui pemberitahuan, penanaman keyakinan, dan pembiasaan. (Hartati, dkk, 2005).

 

D.  Prinsip-Prinsip Belajar

Kegiatan belajar itu merupakan proses yang kompleks, bukannya proses yang sederhana. Belajar melibatkan bukan saja intelektualitas, tetapi juga fisik, emosi, sosial, persepsi dan sebagainya. Penggunaan prinsip-prinsip belajar disini secara empiris memang dapat dibenarkan dan secara efektif dapat disampaikan kepada para calon guru. Prinsip-prinsip belajar juga akan memberikan pemikiran psikologis kepada guru-guru dan calon guru untuk mendapatkan dan menemukan metode-metode mengajar yang jitu serta memilih secara lebih inteligen antara metode mengajar yang baru sehingga secara tepat dapat mengarahkan kepadanya.

Sehubungan dengan prinsip-prinsip belajar dimaksud, Nasution mengemukakan antara lain :

  • Agar seseorang benar-benar belajar, ia harus mempunyai suatu tujuan.
  • Tujuan itu harus timbul dari atau berhubungan dengan kebutuhan hidupnya dan bukan karena paksaan oleh orang lain.
  • Orang itu harus bersedia mengalami bermacam-macam kesukaran dan berusaha dengan tekun untuk mencapai tujuan yang berharga baginya.
  • Belajar itu harus terbukti dari perubahan tingkah lakunya.
  • Selain tujuan tujuan pokok yang hendak dicapai, diperolehnya pula hasil-hasil sambilan atau sampingan.
  • Belajar lebih berhasil dengan jalan berbuat atau melakukan.
  • Seorang pelajar sebagai keseluruhan, tidak dengan otaknya, atau secara intelektual saja tetapi juga secara sosial, emosional, etis dan sebagainya.
  • Dalam hal belajar seseorang memerlukan bantuan dan bimbingan dari orang lain.
  • Untuk belajar diperlukan “insight”.
  • Disamping mengejar tujuan belajar yang sebenarnya, seseorang sering mengejar tujuan-tujuan lain.
  • Belajar lebih berhasil, apabila usaha itu memberi sukses yang menyenangkan.
  • Ulangan dan latihan perlu, akan tetapi harus didahului oleh pemahaman.
  • Belajar hanya mungkin kalau ada kemauan dan hasrat untuk belajar. (Abror, 1993).

Beberapa prinsip belajar yang harus dimiliki oleh pendidik, antara lain:

  • Apapun yang dipelajari siswa, dialah yang harus belajar, bukan orang lain. Untuk itu, siswalah yang harus bertindak aktif.
  • Setiap siswa belajar sesuai tingkat kemampuannya.
  • Siswa akan dapat belajar dengan baik bila mendapat penguatan langsung pada setiap langkah yang dilakukan selama proses belajar.
  • Motivasi belajar siswa akan lebih meningkat apabila dia diberi tanggung jawab dan kepercayaan penuh atas belajarnya. (Baharuddin & Wahyuni, 2007)
  • Penguasaan yang sempurna dari setiap langkah yang dilakukan siswa akan membuat proses belajar lebih berarti.

 

 

 

E.  Asepk yang mendukung terhadap prinsip belajar

Prinsip belajar dapat mengubah perilaku manusia, mendidik jiwa dan membangun kepribadiannya. Prinsip belajar tersebut mencakup beberapa aspek sebagai berikut :

1.   Motivasi

Motivasi merupakan prinsip yang terpenting dari semua prinsip belajar. Hasil eksperimen menjelaskan pentingnya motivasi dalam proses belajar ini karena hasil dari berbagai studi menunjukkan bahwa belajar akan terjadi secara cepat dan efektif jika ada motivasi tertentu.

  • Membangkitkan motivasi dengan janji dan ancaman
  • Membangkitkan motivasi dengan cerita
  • Memberi hadiah

2.   Jadwal waktu belajar

Proses belajar harus ada jenjang waktu untuk istirahat. Oleh karenanya, prinsip belajar dengan membagi waktu belajar ini dapat menghilangkan rasa lelah dan bosan.

3.   Repetisi (pengulangan)

Mengulang dapat menjaga informasi dan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh seseorang.

4.   Partisipasi aktif dan pelatihan praktis

Proses belajar akan tercapai secara baik jika seseorang pelajar berpartisipasi secara positif melalui pelatihan praktis

5.   Pemusatan perhatian

Seseorang tidak dapat mempelajari sesuatu tanpa berkonsentrasi, oleh karenanya, konsentrasi merupakan syarat utama dalam proses belajar. Dengan berkonsentrasi, seseorang dapat memahami apa yang dipelajarinya seperti yang diharapkan. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan dalam rangka pemusatan perhatian, diantaranya adalah :

  • Memanfaatkan peristiwa penting untuk menggugah perhatian
  • Membangkitkan perhatian dengan mengajukan pertanyan
  • Membangkitkan perhatian dengan menggunakan perumpamaan
  • Memanfaatkan perhatian untuk menggugah konsentrasi

6.   Belajar secara bertahap

 

BAB III

PENUTUP

 

A.  Kesimpulan

Secara umum belajar itu sendiri dapat dipahami sebagai tahapan perubahan tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif.

Beberapa hal penting yang berkaitan dengan belajar antara lain :

  • Bahwa orang yang belajar dapat memiliki ilmu pengetahuan yang berguna untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh manusia dalam kehidupan.
  • Adapun yang dilakukan manusia harus mengetahui kenapa mereka melakukannya.
  • Dengan ilmu yang dimiliki manusia melalui proses belajar maka Allah memberikan derajat yang lebih tinggi kepada hambanya.

Alat-alat yang bersifat fisio-psikis itu dalam hubungannya dengan kegiatan belajar merupakan subsistem-subsistem yang satu sama lain berhubungan secara fungsional, bila tidak ada salah satunya maka manusia akan merasa lebih sulit untuk menerima pelajaran yang akan ia terima.

 

B.  SARAN

Dari penjabaran yang telah penulis uraikan, penulis hendak menyampaikan beberapa saran diantaranya :

  1. Hendaknya kepada tiap peserta didik bahkan sejak anak usia dini, ditekankan pemahaman akan kebesaran dan keagungan Al-Qur’an, sehingga ada kebanggaan tersendiri yang tertancap kuat dalam lubuk hati mereka, sehingga mereka mempunyai kerangka pemikiran dan cara pandang yang benar-benar sesuai dengan perspektif islam.
  2. Ditanamkan upaya penerapan prinsip-prinsip belajar yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Al-Hadits, sehingga diperoleh hasil yang benar-benar optimal dari apa yang dipelajari dalam proses belajar tersebut.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Ahmad, Abu. Supriono, Widodo. 1991. Psikologi Belajar. Jakarta : Rineka Cipta.

Fauzi, Ahmad, Drs. H., 2004. Psikologi Umum. Bandung : Pustaka Setia, Bandung.

Sabri, Alisuf. 1996. Psikologi Pendidikan. Jakarta : CV. Pedoman Jaya.

Suparno, Paul. 2001. Teori Perkembangan Jeans Peaget. Jakarta : Kanisius

 

 

KATA PENGANTAR

 

Dengan mengucapkan syukur alhamdulillah penulis dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul “Peran Orang Tua dalam Pendidikan”.

Adapun maksud dari penyusunan karya tulis ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA – PJJ UHAMKA Bogor.

Dalam menyusun karya tulis ini, penulis mendapat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, melalui pengantar ini penulis ucapkan banyak terima kasih atas segala bantuan yang telah diberikan. Semoga semua kebaikan dibalas oleh Allah SWT dengan balasan yang berlipat ganda.

Karena terbatasnya pengetahuan serta kemampuan yang dimiliki, penulis menyadari bahwa dalam penyusunan karya tulis ini masih jauh dari sempurna dn masih terdapat kekurangan dan kesalahan baik dalam penyusunan kata, penulisan, maupun isi serta pembahasannya. Untuk itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan penyusunan karya tulis lain di masa yang akan datang.

Akhir kata, penulis berharap semoga karya tulis ini bermanfaat bagi penulis khususnya, dan umumnya bagi para pembaca.

 

 

Jasinga,  Juni 2011

i

Penulis

v

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………….      v

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………….    vii

 

BAB I   PENDAHULUAN……………………………………………………………………      1

A.   Latar Belakang Masalah ………………………………………………………      1

B.   Pembatasan dan Perumusan Masalah……………………………………..      3

C.   Tujuan dan Manfaat Penelitian………………………………………………      3

D.   Metode Penelitian………………………………………………………………..      4

E.    Sistematika Penulisan…………………………………………………………..      4

 

BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………………………      6

A.   Pengertian Belajar  ………………………………………………………………      6

B.   Ragam Alat Belajar ……………………………………………………………..      8

1.   Sarana Fisik ……………………………………………………………………      8

2.   Sarana Psikis ………………………………………………………………….      9

C.   Jenis-Jenis Belajar ……………………………………………………………….    10

D.   Prinsip-Prinsip Belajar ………………………………………………………….    18

E.    Asepk Yang Mendukung Terhadap Prinsip Belajar………………….    20

 

BAB III                                                                                                               PENUTUP                       27

A.   Kesimpulan…………………………………………………………………………    27

B.   Saran …………………………………………………………………………………    28

 

DAFTAR PUSTAKA

ii

vii

 

viii

About kelompok28bbgr

Aink mah aink..
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s